Mikosis Fungoides adalah suatu jenis limfoma non-Hodgkin yang jarang terjadi, sifatnya menetap dan berkembang dengan lambat, berasal dari sel limfosit T yang matang dan menyerang kulit; bisa menyebar ke kelenjar getah bening dan organ dalam.

Mikosis Fungoides

Bagaimana gejala klinik Mikosis Fungoides ?

Mikosis Fungoides dimulai sangat ringan dan berkembang lambat sehingga pada mulanya tidak diperhatikan. Kemudian akan menjadi ruam kulit gatal yang menetap, kadang merupakan penebalan kulit yang kecil dan gatal, yang kemudian menjadi benjolan dan menyebar secara perlahan. Pada beberapa penderita, mikosis fungoides berkembang menjadi leukimia, dimana limfosit yang abnormal ditemukan dalam aliran darah. Kulit terasa makin gatal dan menjadi kering, kemerahan dan mengelupas.

Baca juga:  Resep Nasi Kunyit Rames Menggoda

Bagaimana diagnosis Mikosis Fungoides ?

Diagnosis penyakit ini pada stadium awal agak sulit, walaupun telah dilakukan biopsi.. Tetapi pada stadium lanjut, biopsi bisa menunjukkan adanya sel limfoma didalam kulit. Sebagian besar penderita telah berusia diatas 50 tahun ketika penyakitnya telah terdiagnosis. Bahkan tanpa pengobatan sekalipun, harapan hidup penderita mencapai 7-10 tahun.

Baca juga:  Cara Membuat Nasi Tumis Daging Kukus

Bagaimana cara pengobatan Mikosis Fungoides ?

Pengobatan pada kulit diobati dengan suatu bentuk penyinaran yang disebut sinar beta atau dengan sinar matahari dan obat steroid yang menyerupai kortison. Nitrogen mustard bisa dioleskan langsung kekulit untuk mengurangi gatal dan ukuran daerah yang terkena.

Obat interferon bisa juga mengurangi gejalanya. Jika penyakit telah menyebar ke kelenjar getah bening dan organ lainnya,maka diperlukan kemoterapi.

Baca juga:  Rice Recipes Chicken Cashew Nuts