Monosit bekerja sama dengan sel darah putih lainnya untuk membuang jaringan yang rusak atau mati, menghancurkan sel-sel kanker dan mengatur kekebalan melawan bahan-bahan asing. Monosit dibuat du sumsum tulang dan masuk kedalam aliran darah. Dalam beberapa jam, monosit akan berpindah kedalam jaringan dimana mereka mengalami pematangan menjadi makrofag, yang merupakan sel pemangsa (fagosit) dari sistem kekebalan. Makrofag tersebar diseluruh tubuh, tetapi terdapat dalam jumlah yang sangat banyak di dalam paru-paru, hati, limpa, sumsum tulang dan lapisan pada rongga tubuh yang utama dan bertahan selama beberapa bulan.

Baca juga:  Nasi Ayam Rebus

Kelainan Monosit

Apakah penyebab Kelainan Monosit ?

Infeksi tertentu (misalnya tuberkolusis), kanker dan kelainan sistem kekebalan bisa meningkatkan jumlah monosit. Pada penyakit keturunan, seperti penyakit gaucher dan penyakit Niemannpick, sel-sel sisa berkumpul di dalam makrofag sehingga makrofag mengalami kelainan fungsi.

Bagaimana cara pengobatan Kelainan Monosit ?

Pengobatan kelainan monosit tergantung dari penyebabnya.Pada kelainan yang disebabkan karena infeksi tertentu, maka perlu dilakukan pengobatan untuk mengatasi infeksi yang ada. Jika kelainan monosit disebabkan oleh pemakaian obat tertentu (misalnya kortikosteroid), maka perlu dilakukan penghentian pemakaian obat.