Untuk mengdiagnosis Hipoglikemia Reaktif, yang mungkin dilakukan dokter adalah ; (1) Menanyakan tanda dan gejalanya (2) Memeriksa kadar glukosa darah saat gejala muncul dengan mengambil sampel darah dari lengan dan mengirimnya ke laboratorium (3) Memeriksa apakah gejala mereda setelah glukosa darah kembali normal yaitu di 70 mg/dl atau lebih setelah makan atau minum. Kadar glukosa darah yang dibawah 70 mg/dl pada saat gejala terjadi, dan normal kembali setelah makan, maka mengkonfirmasikan diagnosis hipoglikemia. Tes toleransi glukosa oral tidak lagi digunakan untuk mendiagnosa Hipoglikemia Reaktif karena pemeriksaan ini dianggap malah memicu gejala hipoglikemia.

Baca juga:  apa itu diskezia | gejala, penyebab serta cara mengobati

Hipoglikemia Reaktif

Apakah penyebab Hipoglikemia Reaktif ?

Penyebab sebagian besar kasus Hipoglikemia Reaktif masih diperdebatkan hingga kini. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa orang-orang tertentu mungkin lebih sensitif terhadap hormon-hormon normal tubuh seperti epinefrin, yang menyebabkan banyaknya muncul gejala hipoglikemia. Sedangkan peneliti lainnya meyakini bahwa hipoglikemia reaktif disebabkan karena minimnya sekresi glukagon.

Ada juga beberapa penyebab Hipoglikemia Reaktif yang diyakini meskipun jarang terjadi. Operasi lambung atau perut dapat menyebabkan Hipoglikemia Reaktif karena terlalu cepatnya makanan menuju usus kecil. Kondisi kekurangan enzim yang langka seperti intoleransi fruktosa juga dapat menyebabkan Hipoglikemia Reaktif.

Baca juga:  Nasi Bakar Opor Daging

Bagaimana cara pengobatan Hipoglikemia Reaktif ?

Untuk mengatasi Hipoglikemia Reaktif, sebagian ahli kesehatan menyarankan: (1) Makan makanan kecil/ringan setiap 3 jam (2) Aktif secara fisik (3) Makan beragam makanan, seperti daging, unggas, ikan, atau sumber protein nabati, makanan bertepung seperti roti gandum, beras, dan kentang, buah-buahan, sayuran, dan produk susu (4) Mengonsumsi makanan tinggi serat (5) Menghindari atau membatasi makanan tinggi gula, terutama saat perut kosong.

Baca juga:  Nasi Buntut Bakar

Dalam menanganinya, dokter bisa saja berkolaborasi atau merujuk anda ke ahli gizi untuk membuat perubahan pada menu dan rencana makan anda. Meskipun sebagian ahli kesehatan merekomendasikan diet tinggi protein dan rendah karbohidrat, namun fakta penelitian belum membuktikan efektifitas diet semacam ini untuk mengatasi Hipoglikemia Reaktif.