Dizkezia adalah kesulitan buang air besar (defekasi), yang disebabkan oleh ketidakmampuan mengendalikan otot-otot panggul dan anus. Untuk melakukan buang air secara normal dibutuhkan relaksasi dari otot-otot panggul dan otot melingkar (sfingter), yang menjaga lubang anus tetap tertutup. Jika relaksasi ini tidak terjadi, maka untuk melakukan buang air besar harus mengedan dengan sekut tenaga.

Apakah penyebab diskezia ?

Penyebabnya adalah keadaan-keadaan yang melibatkan pergerakan otot,yaitu : (1) Dissinergi dasar panggul (gangguan koordinasi otot panggul) (2) Anismus (otot-otot gagal berelaksasi atau berkontraksi pada saat defekasi) (3) Rektokel (masuknya sebagian rektum kedalam vagina) (4) Enterokel (masuknya sebagian usus kecil kedalam rektum) (5) Tukak rektum (6) Prolapsus rektum.

Baca juga:  Resep Nasi Daging Sapi Bumbu Bawang

Bagaimana gejala klinik diskezia ?

Penderita diskezia sering merasa ingin buang air besar, tapi tidak bisa. Bahkan tinja yang lunakpun sulit untuk dikeluarkan.

Bagaimana diagnosa diskezia ?

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya.

Bagaimana cara pengobatan diskezia ?

  • Pemberian pencahar biasanya memberikan hasil yang kurang memuaskan.
  • Latihan relaksasi dan biofeedback bisa dilakukan pada dissinergi dasar panggul.
  • Pembedahan mungkin dibutuhkan untuk memperbaiki enterokel atau rektokel yang besar.
  • Tinja harus dikeluarkan secara manual atau dengan alat, untuk meringankan konstipasi.